A. Persiapan


Menyediakan air yang suci dan mensucikan, secukupnya dan menyiapkan perlengkapan mandi layaknya handuk, sabun, wangi-wangian, kapur barus, dan lain-lain cara memandikan jenazah
Mengusahakan daerah untuk memandikan jenazah yang tertutup
Menyediakan kain kafan secukupnya
Usahakanlah orang-orang yang bakal memandikan jenazah itu adalah
keluarga dekat jenazah atau orang-orang yang mampu merawat rahasia. Jika jenazahnya lelaki maka yang memandikan harus lelaki, demikianlah juga sebaliknya andaikan jenazahnya perempuan maka yang memandikan harus perempuan, jika suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya. Dalam perihal ini tidak tersedia kias seorang anak memandikan orang tuanya yang lainjenis.

B. Cara memandikan jenazah
Niat dikarenakan Allah SWT
Membalut jenazah bersama kain tebal (tidak transparan) untuk menutup aurat, lantas semua pakaian yang di awalnya menempel di badannya dilepaskan. Artinya, jenazah dimandikan didalam situasi terturup auratnya. Membersihkannya bersama merogohnya
Melepaskan perhiasan dan gigi palsunya andaikan memungkinkan
Membersihkan rongga mulutnya, kuku-kukunya dan semua tubuhnya dari kotoran dan najis
Memulai memandikan bersama membersihkan bagian wudlunya bersama mendahulukan yang kanan dan menyiramnya sampai rata tiga, lima, tujuh kali atau cocok bersama kebutuhan
Pada kala memandikan hendaknya bersama hati-hati, lembut, dan sopan
Pada bagian akhir siraman hendaklah dicampurkan bersama wangi-wangian, layaknya kapur barus atau daun bidara
Mengeringkan badan jenazah bersama handuk dan berilah wangi-wangian. Bagi jenazah yang berambut panjang hendaklah dikepang rambutnya andaikan memungkinkan.

Selain itu tersediacatatan yang harus diperhatikan :
Orang yang gugur, syahid didalam peperangan membela agama Allah, memadai dimakamkan bersama pakaiannya yang menempel di tubuhnya (tanpa dimandikan, dikafani dan disholatkan)
Orang yang wafat didalam situasi berihram dirawat layaknya biasa tanpa diberi wewangian
Orang yang syahid tak hanya didalam peperangan membela agama Allah layaknya melahirkan, tenggelam, terbakar dirawat layaknya biasa
Jenazah janin yang udah berusia 4 bulan dirawat layaknya biasa
Apabila terkandung rintangan untuk memandikan jenazah, maka memadai diganti bersama tayamum

Bagi orang yang memandikan jenazah disunnahkan untuk mandi keranda jenazah .
Ada syarat wajib, orang yang berhak, dan tata cara untuk memandikan jenazah menurut islam. Setelah selesai memandikan jenazah, lantas jenazah dikafani, disolati dan dikubur.

Sebelum kita jauh didalam membahas materi ini, alangkah baiknya untuk mempelajari lebih-lebih dahulu Tata Cara Memandikan Jenazah.
Syarat Wajib Memandikan Jenazah
Jenazah tersebut adalah orang Islam. Apapun alirannya, mazhab, suku, ras maupun profesinya.
Didapati tubuhnya meskipun sedikit.
Bukan mati syahid (Mati didalam peperangan membela Agama Islam yang layaknya dulu berlangsung pada era Nabi Muhammad SAW).
Yang berhak Memandikan Jenazah
Jika jenazah tersebut laki-laki, yang memandikannya hendaklah laki-laki pula. Perempuan tidak dibolehkan untuk memandikan jenazah laki-laki jika istri dan mahramnya.
Jika jenazah tersebut perempuan, hendaklah dimandikan oleh perempuan pula. lelaki tidak dibolehkan untuk memandikan jenazah perempuan jika suami atau mahramnya.
Jika jenazah tersebut seorang Istri, kala suami dan mahramnya tersedia semua, maka suami lebih berhak untuk memandikan istrinya.
Jika jenazah tersebut seorang Suami, kala istri dan mahramnya tersedia semua, maka istri lebih berhak untuk memandikan suaminya.
Jika jenazah anak laki-laki tetap kecil, perempuan juga boleh untuk memandikannya. Sama halnya bersama jenazah anak perempuan tetap kecil, laki-laki boleh memandikannya.

Tata Cara Memandikan Jenazah

Dilakukan di daerah yang tertutup agar yang melihat hanya orang-orang yang memandikan dan yang mengurusnya saja.
Mayat di letakkan di daerah yang lebih tinggi layaknya dipan.
Dipakaikan kain basahan layaknya sarung agar auratnya tidak terbuka.
Mayat didudukkan/disandarkan pada sesuatu, lantas disapu perutnya bersama ditekan secara pelan-pelan agar semua kotorannya keluar, sesudah itu dibersihkan bersama tangan kirinya, dianjurkan untuk mengenakan sarung tangan. Di didalam perihal ini, diperbolehkan memanfaatkan wangi-wangian agar tidak terganggu bau kotoran dari si mayat.
Setelah itu, hendak untuk mengganti sarung tangan untuk membersihkan mulut dan gigi mayat.
Membersihkan semua kotoran dan nais.
Mewudhukan, lantas sehabis itu membasuh semua badannya.
Disunahkan untuk membasuh 3 sampai 5 kali.
Air untuk memandikan mayat sebaiknya air dingin. Kecuali udara yang amat dingin atau terkandung kotoran yang sukar untuk dihilangkan, boleh memanfaatkan air hangat.