PPDB Tangerang Selatan Penuh Dengan Masalah?

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) menganut sistem zonasi yang sudah diaplikasikan oleh Dinas Pendidikan nyatanya tidak cuma membuat orang tua calon siswa repot. Lebihnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangsel pun terseret dibuat kerepotan.

PPDB Tangerang Selatan Penuh Dengan Masalah?

Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam PPDB ialah menyajikan foto copy Kartu Keluarga (KK) yang didalamnya ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon siswa. Kewajiban ini membikin beberapa orang tua calon siswa diharuskan mengurus KK di Disdukcapil.

 

“Ketika kelengkapan KK menjadi syarat penerimaan siswa baru, masyarakat berbondong-bondong untuk memverifikasi data mereka ke kantor Disdukcapil,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Heru Sudarmanto di Tangsel, Banten, Jumat 7 Juli 2017.

 

Heru menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tak paham akibat dari aturan yang mereka aplikasikan. Ditambah, jika orang tua calon siswa tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tangsel.

 

“Karena banyak orang tua yang memang asalnya dari luar kota, tapi sudah lama tinggal di sini (Tangsel). Mereka mau sekolahkan anaknya tapi tidak bisa, karena tidak memiliki KTP Tangsel,” ujarnya.

 

Heri menuturkan, pihak terkait sengaja membuat posko di depan latar Kantor Disdukcapil supaya bisa melayani khusus perihal keperluan PPDB. “Karena tidak mungkin mengurus KK dalam satu hari. Jadi, kita bikin saja pos yang akan menangani surat keterangan resi bahwa anak terkait hidup di Tangerang Selatan,” sebutnya.

 

Sampai PPDB Tangerang Selatan dibuka, Heru melanjutkan, pihak ini sudah menangani 500 lebih pemohon pembuatan KK fresh. “Pemohon semakin membeludak hari ini, setelah kita buka posko,” tuturnya.

 

Nining, yang tinggal di Buaran, Serpong, berujar, Ia sengaja mampir ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus dan memperbaharui KK milik keluarganya. KK milik Nining terakhir di update pada tahun 2014, hal ini menyebabkan anak ketiga tidak bisa terdaftar.

 

“Saya sudah mendaftar PPDB secara, namun NIK anak saya belum terdaftar. Lalu saya disuruh datang ke Disdukcapil dan melakukan perbaikan data NIK. Sudah dilakukan dan sudah terdata di Disdukcapil, namun saat ke sekolah, masih belum terdata. Data online sekolahnya yang selalu eror,” ungkap Nining yang mengaku ingin memasukan anaknya ke SMP Negeri 8 Tangsel.

PPDB Tangerang Selatan Penuh Dengan Masalah?

Rahmat, masyarakat Serpong, juga menuturkan masalah dan hal yang sama. Katanya, harus Dinas Pendidikan tak memberlakukan PPDB Tangerang Selatan dengan sistem online kalau memang pada dasarnya belum siap betul

 

“Saya sudah Kami sudah bolak-balik dari Dinas Pendidikan, sekolah, dan Disdukcapil untuk perbaikan NIK. Sudah tercantum tapi servernya eror dari sekolah, sehingga harus daftar ulang lagi. Kalau seperti ini, sangat menggangu semuanya,” urainya.

 

Sistem PPDB dengan sistem online yang sulit dibuka dan sering rusak pun jadi konsen keluh kesah seluruh orang tua calon siswa. Pendaftaran secara online bisa diakses lewat situs www.ppdb.tangerangselatankota.go.id disebut-sebut hanya bertahan dua jam, kemudian server situs buatan pemerintah itu langsung turun (down).

 

Di website situs resmi PPDB ada pengumuman yang menyatakan pendaftaran telah ditutup dan akan dibuka kembali keesokan hari.? Pun, terdapat pengumuman yang menyatakan website PPDB akan diubah.

 

Tidak siapnya sistem akan menambahkan rasa cemas semua dan para orang tua, ditambah lagi sistem zona. Sistem ini akan mendahulukan siswa yang hidup di wilayah terdekat dari sekolah untuk diterima.

 

Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 perihal PPDB lebih mengkhususkan siswa yang tingga di zona terdekat dengan sekolah diterima dengan jumlah kuota paling banyak, sedangkan zona prestasi dan luar zonasi lebih sedikit. Adanya aturan ini, siswa yang tinggal di daerah perbatasan dan jarak jauh dengan sekolah apapun kemungkinan tak bisa menikmati pendidikan di sekolah negeri

Leave a Reply