Banyak pria berpikir, apalagi tak jarang wanita sendiri, cantik itu seputar keadaan fisik, seperti kulit bersih, tubuh langsing, hidung mancung, atau mata lentik, dan sebagainya. Jarang yang menyatakan wanita cantik itu adalah teristimewa yang ramah atau cerdas.

Melansir Kompas.com, sebuah riset ditunaikan pada awal bulan Mei 2017 selanjutnya oleh instansi riset pemasaran Sigma Research membetulkan hal itu. Dalam riset yang melibatkan 1200 responden, diketahui bahwa umumnya orang mendeskripsikan kecantikan sebagai tampilan fisik.

Dalam risetnya Sigma Research kleener membagi tiga kategori penilaian untuk definisi kecantikan yaitu beauty, brain dan behaviour. Beauty merupakan penilaian secara fisik, brain adalah penilaian berdasarkan kemampuan intelektual, dan behaviour adalah definisi kecantikan lewat penilaian perilaku.

Dari wawancara pada 1200 orang, lebih dari 40% mendefiniskan kecantikan berdasarkan keadaan fisik. Hanya 14, 8% yang mendeskripsikan kecantikan berdasarkan kepribadian yang menarik, tetapi yang berpikiran perilaku ramah sebagai cantik cuma 9,5%.

Sementara kemampuan intelektual sepertinya tidak amat diakui sebagai keliru satu cii-ciri yang menetukan definisi cantik, sebab yang berpikiran orang cerdas sebagai orang cantik cuma 6,1%.

Menurut Direktur Sigma Research Nurjannah Andi Lemmung temuan ini wajar mengingat kesan pertama yang ditangkap oleh otak adalah tampilan fisik.

“Kesan pertama itu bakal mendeskripsikan kecantikan, disusul oleh perilaku disaat seseorang mengenalnya, dan baru langkah akhirnya adalah prestasi atau kemampuan intelektualnya,” ujar Nurjannah (14/6/2017).

Nurjannah juga menyatakan bahwa kategori fisik utama untuk kecantikan adalah kebugaran kulit. Banyak responden yang mendeskripsikan kecantikan berdasarkan mutu kulit seorang wanita.

Sebanyak 41,8% responden sepakat bahwa wanita bersama kulit putih bersih kleener skincare adalah wanita cantik dan 43,1% menyatakan bebas kasus kulit seperti jerawat dan noda hitam adalah bagian utama dari kecantikan seorang wanita. Selanjutnya disusul bersama kategori lainnya seperti hidung mancung 5,5% dan wujud tubuh langsing di angka 4,3%.

Nurjannah juga menandaskan bahwa persepsi penduduk seputar kulit putih dan bersih sebagai barometer kecantikan wanita tidak terlepas dari iklan produk-produk kosmetik yang mengajak wanita secara tidak segera untuk beroleh kulit putih supaya terlihat lebih cantik.

Riset ini ditunaikan pada awal bulan Mei 2017 selanjutnya di 11 kota besar di Indonesia yang meliputi Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Riset ditunaikan pada koresponden wanita bersama rentan usia 15-55 tahun.

Segmen usia di dalam riset ini dibagi jadi tiga kategori, yaitu bersama rentang usia 15-25, 26-35 dan 36-55 tahun. Hampir semua usia mempunyai jawaban yang sama.
Setiap negara punya budaya dan tradisi yang berbeda, begitu juga bersama standar kecantikan untuk wanita. Ada negara yang berpikiran wanita bertato itu cantik, tapi tersedia juga yang berpikiran cantik wanita bersama leher panjang. Lihat standar kecantikan dari 7 negara berikut ini.

1. Mauritania: Gemuk
Jika di budaya barat wanita cantik itu adalah yang kurus, maka tidak serupa bersama di Mauritania. Di negara ini wanita yang cantik adalah mereka yang punya tubuh gemuk. Bentuk tubuh ini juga merupakan lambang dari kelas sosial dan standing yang tinggi bagi seorang wanita.

2. Tajikistan: Alis menyatu


Banyak wanita Tajikistan yang menggambar alis mereka sampai menyatu cuma supaya dibilang cantik. Ya, itulah standa kecantikan seorang wanita di negara ini. Alis yang menyatu tidak cuma melambangkan kecantikan tapi juga mempunyai keberuntungan bagi wanita tersebut.

3. Burma: Leher panjang
Di Burma bagian timur terdapat suku Kayan, suku dari Myanmar tapi jadi pengungsi dan tinggal di Thailand, yang punya standar kecantikan unik. Para wanita di sana berlomba pakai ring atau cincin yang terbuat dari kuningan di leher mereka. Sebab makin panjang leher seorang wanita maka makin cantik pula dia.

4. Selandia Baru: Tato wajah
Di Selandia Baru terdapat sebuah suku bernama suku Maori yang menjadikan tradisi menato wajah, yang disebut Ta Moko, sebagai sebuah hal yang sakral dan merupakan lambang kecantikan. Semakin penuh muka Anda bersama tato, maka Anda bakal makin diakui cantik.

5. Iran: Plester hidung
Plesternya bukan plester biasa, tapi plester bekas operasi hidung. Di Iran, operasi hidung merupakan hal yang lumrah. Hal itu jadi sinyal bahwa wanita yang melakukannya punya standing sosial tinggi dan diakui cantik.

6. Jepang: Gyaru
Di Jepang, wanita bersama dandanan Gyaru diakui sebagai sosok yang cantik. Istilah gyaru dipakai untuk gadis-gadis muda yang fashionable, mengenakan pakaian type mutakhir, rambut dicat warna coklat keemasan, tata rias muka di luar kebiasaan, mengenakan pakaian mix plus match yang kontroversial, dan punya kulit cokelat hasil tanning di salon.

7. Ethiopia: Bibir melar
Di negara ini tersedia satu suku yang punya standar kecantikan yang unik, yaitu Suku Mursi. Wanita suku ini meletakkan piring di bibir bagian bawah, terasa dari piring yang kecil sampai yang besar. Selain sebagai bukti kecantikan seorang wanita, hal ini juga dipercaya mencegah para wanita suku ini dijual jadi budak.